Rekomendasi objek wisata di pulau Bali uluwatu

Home / Blog / Tour destination bali / Rekomendasi objek wisata di pulau Bali uluwatu 579 view
Rekomendasi objek wisata di pulau Bali uluwatu

Sekilas sejarah pura Uluwatu

 

Dari sekian banyak objek wisata di bali, yang layak dipertimbangkan adalah Pura Uluwatu, terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura Uluwatu yang juga disebut Pura Luwur ini merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual Pulau Bali. Uluwatu sendiri bila ditinjau dari pemaknaannya, ulu berarti ujung, watu berarti batu. Harafiahnya uluwatu berarti ujung batu, mengingat pura ini berada di ujung tebing di selatan pulau bali. Apabila ditinjau dari aspek arsitekturnya, belum ada yang berani menyimpulkan kapan tepatnya pura uluwatu didirikan. Karakter punden berundak di bagian halaman utama jelas menunjukkan peninggalan jaman megalitikum prasejarah. Kemudian karakter bangunan tengah memiliki karakter yang beragam. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata jika diamati dari karakter bangunan di halaman utama. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda 'moksa', meninggalkan 'marcapada' (dunia) menuju 'swargaloka' (surga). Upacara atau 'piodalan' peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Dari parkiran, anda bisa mencapai pura melalui dua jalan masuk, tiket bisa dibeli dimasing masing pintu masuk tersebut, dengan harga Rp. 25.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 40.000 untuk wisatawan asing. Dipintu masuk disediakan selendang dan kain untuk dipinjamkan, karena pada dasarnya aturan di pura manapun selalu sama; hendaknya menutup dan menyembunyikan aurat kita baik lelaki ataupun perempuan. Memang di Bali bebas mengenakan pakaian apa saja, bikini, g-string atau apapun itu asal pada waktu dan tempat yang tepat dan tentu saja kami; Bali organizer infokan bahwa pura bukanlah tempat yang tepat untuk mengenakan pakaian seksi, pantai boleh tapi tidak di pura. Bagi yang mengenakan celana pendek diatas lutut hendaknya mengenakan kain penutup, dan yang sudah mengenakan pakaian di bawah lutut cukup mengenakan selendang. Selendang itu sendiri bertujuan agar pakaian tidak tersingkap oleh angin. 

Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Kami; Bali organizer menyarankan anda memilih jalur disebelah kanan, karena begitu masuk anda akan menjumpai pertigaan yang dijaga Pecalang, jika ke kiri anda akan ke pelataran depan dan jika masuk lurus anda akan sampai ke tepian karang di sisi lain uluwatu. Belok kanan maka anda akan menjumpai tebing yang curam dengan keindahan luar biasa, anda bisa berselfie di tepian jurang di pangguang yang sudah disiapkan dengan pengamanan pagar baja demi keselamatan anda. Hanya hati hati disini karena monyet disini seakan memiliki kemampuan dan kecepatan shinobi dari konohagakure, kacamata dan barang berharga lainnya bisa saja menjadi sasaran penjambretan. Pada dasarnya kriminalitas yang dilakukan monyet tidak bisa dituntut secara hukum, dan jika terjadi kehilangan karena kelalaian sendiri maka kami hanya bisa turut prihatin.

Di sebelah dalam, terdapat sebuah lorong berlantai batu berundak, menuju ke pelataran dalam. Lorong terbuka ini diteduhi oleh pohon yang ditanam di sepanjang kiri dan kanan lorong. Di atas ambang terdapat pahatan kepala raksasa. Puncak gapura di berbentuk seperti mahkota dan dihiasi dengan berbagai motif pahatan. Celah di antara gapura dengan dinding di kiri dan kanan pelataran tertutup oleh dinding yang juga dihiasi dengan pahatan. Di sebelah selatan terdapat pelataran kecil berbentuk memanjang dan menjorok ke arah laut. Di ujung pelataran terdapat sebuah bangunan kayu yang tampak seperti tempat orang duduk-duduk sambil memandang lautan. Sejak dibanunannya, Pura Uluwatu telah banyak kali menjalani pemugaran. Bahkan sekitar tahun 1999, bangunan pura ini sempat terbakar akibat sambaran petir. 

Setelah melewati karang yang curam, kembali ke jalur awal dan naik ke arah selatan maka silakan sambil menikmati pemandangan yang indah, sambil siaga satu mengantisipasi sergapan monyet, sambil melihat ke arah semak belukar karena disana biasanya menjadi sumber bau busuk yang menyengat, bukan karena sampah tapi terkadang tumbuh bunga bangkai ditempat dan waktu yang belum bisa ditentukan. Siapa tahu anda beruntung dan bisa menambah koleksi foto bagus untuk instagram dan menambah follower di intstagram anda. Maka anda akan melihat adanya tempat beristirahat pertama, dengan pura uluwatu disebelah kiri. Dengan karakter bangunan yang beragam, mencerminkan pura ini dibangun dan dipugar beberapa kali di berbagai waktu yang berbeda. Disini hanya yang bersembahyang saja yang diperkenankan untuk masuk kedalam pura, sisanya dipersilakan berkeliling melihat pura dan memberikan kesempatan bagi yang bersembahyang. Dari pelataran pura anda bisa melihat dibelah kiri terdapat bale kulkul dan bale bengong, dengan pohon kamboja tua yang artistik dengan umur ratusan tahun. Terus turun ke arah kanan anda bisa melihat samudra luas dengan ombak samudra hindia yang menderu. Diujung tebing nampak sasana pagelaran tari kecak dan tari api yang fenomenal. Tarian digelar pukul 18.00 namun biasanya pukul 17.00 tiket sudah terjual habis dan tempat duduk sudah bisa dipastikan penuh. Tiket dijual dengan harga Rp. 100.000 per orang, wajar saja budaya bali akan terus lestari karena memang di Bali budaya dan tradisi dihargai sangat tinggi agar tetap lestari. Dengan membeli tiket dan menonton pagelaran budaya bali, maka secara tidak langsung anda sudah turut membantu memberikan andil dalam menjaga melestarikan budaya Bali tersebut. Bali organizer memberi apresiasi setinggi tingginya untuk hati mulia tersebut.

Setelah tari kecak selesai, tinggal keluar mengikuti jalur setapak diluar panggung. Tidak perlu khawatir karena hanya ada satu jalan saja untuk keluar kembali menuju parkiran dari tempat pagelaran tari kecak. Jika anda membutuhkan informasi dan bantuan, silakan hubungi kami Bali organizer melalui hotline dan whatsapp di no +6285100525469 untuk bisa reservasi tour, rental, dan hotel di bali. Baik paket ataupun harian, group ataupun private bisa di sesuaikan dengan kebutuhan dan pendanaan.



Contact : Telp Email

Share:
email
whatsapp
line
facebook
twitter
email whatsapp line facebook twitter
Blog /
Powered by tayatha