Ulundanu Beratan

Kebanyakan orang yang berwisata ke Bali sering salah memahami antara Ulundanu Beratan dan Bedugul. Bedugul adalah Plateu atau kawasan dataran tinggi yang membatasi antara Bali Utara dan Bali Selatan. Namanya diambil dari kata Bedogol atau Penanda dimana diyakini disanalah tanda pembatas wilayah bali pada masa lampau antara kerajaan Mengwi dan Panji Sakti Buleleng. Kawasan bedugul meliputi dataran tinggi Baturiti, Pacung, Candikuning, hingga wanagiri. Terdapat banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi seperti Kebun Strowberi, kebun kopi, pasar buah candikuning, kebun raya, Danau Buyan, Danau Tamblingan, Golf Bali Handara, dan Danau Beratan.

Ulundanu Beratan

Sedangkan Ulundanu Beratan adalah nama kompleks pura yang terdapat di tepian danau beratan. Ulundanu diambil dari kata Ulu yang artinya ujung dan danu yag berarti danau. Ulundanu bisa diartikan sebagai tepian danau. Sedangkan nama Beratan diambil dari kata Brata atau bisa diartikan bertapa. Dalam sejarahnya disebutkan dalam Babad Mengwi, bahwa I Gusti Agung Putu Agung, putra sulung dari I Gusti Agung Maruti melakukan Tapa Brata di Gunung dibelakang Danau Tersebut, Gunung tersebut bernama Puncak Mangu. Beliau berkaul jika berhasil menguasai wilayah yang dikehendakinya maka beliau akan mendirikan pura disana, beliau pun dikaruniai anugrah untuk menaklukkan wilayah yang luas yang dinamai sesuai dengan tempat beliau bertapa, yaitu Manguwi yang kini menjadi Mengwi. Diambil dari akar kata Mangu yang berarti gunung Mangu dan puri yang berarti Istana. Mangupuri inilah yang meluluh menjadi manguwi dan kini dikenal dengan nama Mangwi. Sesuai janjinya, I Gusti Agung Putu Agung pun mendirikan sebuah kompleks pura ditepian danau beratan pada Saka 1556 atau 1624 Masehi yang terdiri atas enam pura

1. Pura Prajapati

Gerbang ulundanu beratan Prajapati

Begitu melewati pintu tiket maka wisatawan akan masuk mengikuti jalur setapak, disebelah kanan akan nampak sebuah pohon beringin besar dimana dibawahnya terdapat sebuah pura yang menstanakan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dhurga dengan Pura menghadap ke barat.

2. Stupa Budha

Stupa Budha

Sejak abad 10, pada masa Pemerintahan Udayana dengan Mpu Kuturan sebagai Purohita, Bali berhasil menyatukan seluruh sekte yang sebelumnya terpecah, termasuk ajaran Budha yang merupakan salah satu Awatara (Nabi) dalam agama Hindu namun membentuk cabang ajaran sendiri. Inilah yang membedakan ajaran Hindu Bali yang sudah disatukan dengan ajaran Hindu India yang masih tercerai berai dalam banyak sekte. Kemudian pada masa pemerintahan Mengwi dibawah kekuasaan I Gusti Agung Putu Agung  keharmonisan beragama dapat tercapai dengan baik dan buktinya adalah Stupa Budha yang dapat dijumpai di sebelah kiri pura Prjapati dalam kompleks pura Hindu sebelum memasuki gerbang utama dimana Stupa Budha ini dibangun menghadap ke selatan.

3. Pura Penataran Agung

Pura penataran Agung

Pura ini adalah Pura Utama dalam komples Pura Ulundanu Beratan, berlokasi disebelah kiri gerbang utama menghadap ke selatan. Disini Dipuja Kuasa Tuhan sebagai Tri Purusha (Siwa, Parama Siwa, Sadha Siwa) atau Tuhan sebagai kesadaran Tertinggi tanpa bentuk, rupa, rasa dan tak terfikirkan. Itulah kenapa jika memasuki area pura di Bali, tidak ada patung, arca, stupa atau gambar beliau seperti di India karena di Bali memuja Tuhan dalam kekosongan atau mbang dengan konsep Tuhan tak berwujud.

4. Pura Dalem Purwa

Dalem purwa

Pura ini terletak disebelah selatan Pura Penataran Agung dengan bangunan menghadap ke timur. Di dalamnya terdapat tiga bangunan utama, pertama Pelinggih Dalem Purwa sebagai stana Dewi Parwati dan Rudra sebagai perlambang kemakmuran. Kedua Bale Murda Manik sebagai tempat pemaruman dan ketiga adalah bale Lantang sebagai tempat meletakkan Upakara persembahyangan. Pura ini lumrah juga dijadikan tempat mendoakan leluhur yang baru meninggal setelah upacara ngaben, dimana keturunannya mendoakan leluhurnya disini memohonkan ampun kehadirat Tuhan atas segala kesalahan dan dosa  leluhur dimasa hidupnya dulu.

5. Pura Lingga Petak

Pura Lingga petak ulundanu beratan

Pura ini terletak di tengah danau, sangat mudah dilihat dan dikenali. Menjorok 15 meter di tengah danau dengan dua bangunan utama, pertama adalah Meru tumpang sebelas menghadap ke arah selatan dimana didalamnya terdapat sumur keramat yang diyakini sebagai sumber mata air danau Beratan, disana juga terdapat sebuah Linggam berwarna putih dan diapit dua batu berwarna merah dan hitam. Bangunan kedua di sebelah timur dengan Meru tumpeng tiga dengan bangunan menghadap ke empat arah mata angin.

 

6. Pura Beji

Pura beji ulundanu beratan

Di sebelah utara Pura Lingga Petak diantara barisan pohon Ancak, terdapat jalan setapak ke utara di tepian danau menuju Pura Beji. Dari sini wisatawan dapat melihat seluruh kawasan danau dan datarang tinggi disekitarnya. Pura ini difungsikan sebagai tempat penyucian sarana prasara persembahyangan, pura ini tak berpagar dan tak dijaga. Namun diyakini memiliki energy mistis tersendiri sehingga sesuai kepercayaan masyarakat sekitar, dilarang berbicara sembarangan atau menyumpahi karena sering kejadian.

Selain enam kawasan pura diatas, di kawasan ulundanu Beratan juga memiliki kebun bunga yang indah untuk tempat berfoto, area permainan anak anak dan tempat penyewaan perahu dan boat untuk keliling danau.